SUKABUMI – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menggelar kegiatan Sosialisasi Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan pada Senin (24/2). Kegiatan ini turut melibatkan Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, MA.
Sosialisasi itu bertujuan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan program Bukan Penerima Upah (BPU) pada tenaga kerja sektor informal. Kegiatan itu merupakan bentuk kerjasama dengan tokoh masyarakat melalui mekanisme Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan.
Sosialisasi yang di selenggarakan di MDTA Miftahul Huda Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, mengundang masyarakat pekerja setempat dengan berbagai profesi seperti guru, petani, dan pedagang yang merupakan masyarakat pekerja informal atau BPU.
Pada kesempatan tersebut, Zainul Munasichin bercerita, ada seorang bapak yang dikenalnya dulu. Keluarganya melapor kepadanya bahwa bapak tersebut ditolak oleh pelayanan BPJS di sebuah rumah sakit.
“Beliau bertanya, mengapa ditolak? Keluarga bapak tersebut menceritakan bahwa rumah sakit tidak bisa menerima pasien karena pasien jatuh dari pohon pada saat memetik buah di kebunnya, sehingga menyebabkan tulang tangannya patah,” kisah Zainul.
Benar saja, kata Zainul lagi, bahwa BPJS yang dimaksud rumah sakit adalah BPJS Kesehatan dan kejadian tersebut masuk dalam kecelakaan kerja. Sehingga seharusnya penjaminannya masuk BPJS Ketenagakerjaan.
“Sayang sekali bapak tersebut belum terdaftar sehingga tidak mendapat penjaminan pengobatan dan perawatan,” ucap politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Menurut Zainul, kejadian tersebut hendaknya menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa dengan menjadi peserta dan mengikuti Program BPJS Ketenagakerjaan penting untuk menjamin resiko seperti hal tersebut. Sehingga tidak menjadi hal yang membebani keluarga.
Dalam pertemuan tersebut ada kesempatan tanya jawab dan interaksi antara Zainul dengan para peserta yang hadir.
“Bapak-bapak, rokok satu bungkus berapa dikeluarkan uangnya? Lebih dari Rp20.000? Iuran sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan ini saja hanya Rp16.800. Bapak-bapak hanya menyisihkan satu bungkus rokok dalam satu hari untuk membayar iuran satu bulan. Siap, ya bapak ibu untuk menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan?” tanya Zainul. Kemudian, pertanyaan tersebut dijawab serentak oleh peserta dengan jawaban “Siap”.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Ryan Gustaviana mengatakan, pentingnya kolaborasi bersama tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman terhadap manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
“Ya, ini penting, karena masih banyak masyarakat pekerja masih belum terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya di Sukabumi. Sehingga dapat meningkatakan kepesertaan pekerja informal dengan menjadi peserta Bukan Penerima Upah (BPU),” kata Ryan menambahkan. (izo)