SUKABUMI – Di tengah intensitas hujan yang masih tinggi dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh satuan pendidikan.
Sekolah diminta menyesuaikan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) demi menjaga keselamatan peserta didik tanpa mengabaikan hak mereka untuk tetap memperoleh pendidikan.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, sebagai langkah antisipatif menghadapi situasi darurat yang berpotensi mengancam keamanan dan kenyamanan murid.
“Dalam kondisi tertentu, pelaksanaan KBM bersifat situasional. Satuan pendidikan dapat memilih alternatif pembelajaran daring atau belajar dari rumah apabila kondisi cuaca dan lingkungan dinilai tidak aman,” ujar Herdiawan, Kamis (15/1/2026).
Ia menegaskan, keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Namun demikian, proses pendidikan tetap harus berjalan secara adaptif dan bertanggung jawab sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.
Herdiawan menjelaskan, satuan pendidikan tetap mengacu pada kurikulum nasional yang berlaku, namun diberikan keleluasaan untuk melakukan penyesuaian kurikulum secara mandiri. Penyesuaian tersebut difokuskan pada materi-materi esensial yang relevan dengan kondisi darurat.
“Seperti penguatan aspek psikososial, kesehatan dan keselamatan diri, edukasi mitigasi bencana, serta peningkatan literasi dan numerasi,” terangnya.
Selain kurikulum, metode pembelajaran pun dapat dilakukan secara fleksibel. Sekolah diperbolehkan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas, pembelajaran daring, hingga pembelajaran mandiri, menyesuaikan kondisi murid, kesiapan tenaga pendidik, serta sarana dan prasarana yang tersedia, terutama di wilayah terdampak bencana.
Dalam aspek penilaian, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menekankan agar asesmen dilakukan secara sederhana dan tidak memberatkan murid. Penilaian difokuskan pada kehadiran, keamanan, serta kenyamanan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
“Sekolah tidak diwajibkan menuntaskan seluruh capaian pembelajaran untuk kenaikan kelas atau kelulusan. Kriteria tersebut sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan,” jelas Herdiawan.
Ia menambahkan, bentuk asesmen dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan, mulai dari portofolio, penugasan, tes tertulis, hingga bentuk lain yang relevan dengan kompetensi yang diukur. Bahkan, sekolah tidak diwajibkan menyelenggarakan ujian khusus, karena hasil penilaian dapat diambil dari proses pembelajaran sebelumnya.
Halaman: 1 2






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2899146/original/034869900_1567402516-nathan-dumlao-Y3AqmbmtLQI-unsplash.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165524/original/089051900_1742184259-31b2e2886c2436118ff9f2661d63837b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353440/original/032378200_1758174316-IMG-20250918-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4804288/original/011858300_1713347596-20240417-Bisnis_Laundry-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378300/original/038655500_1760238476-IMG_8887_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349887/original/013004200_1757937588-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366188/original/061039700_1759219986-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_12.01.08_dad434cb.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391590/original/061742600_1761357910-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362137/original/065962700_1758852276-IMG-20250925-WA0044.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353060/original/001282800_1758166348-CAMPUS_CONNECT_x_UNJ_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361062/original/011863100_1758775101-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_10.24.32.jpeg)