SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) dalam rangka menetapkan program dan kegiatan prioritas tahun 2026. Acara ini berlangsung pada Rabu (19/2) di Hotel Horison, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji, Bunda PAUD Kota Sukabumi Diana Rahesti, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud)Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat menyampaikan bahwa forum ini merupakan media penting untuk menampung saran, masukan, dan aspirasi dari berbagai pihak yang berkepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
“Forum perangkat daerah ini adalah media untuk mendapatkan saran, masukan, serta aspirasi dari berbagai kalangan yang terkait dengan bidang pendidikan dan kebudayaan. Harapannya, kami bisa mendapatkan berbagai masukan yang akan menjadi input untuk bekerja di tahun 2026 agar lebih banyak inovasi dan prestasi yang dapat kita raih,” ujar Punjul kepada Radar Sukabumi.
Punjul juga menyoroti berbagai evaluasi dari tahun sebelumnya, termasuk aspirasi yang belum sepenuhnya dapat terpenuhi akibat keterbatasan dalam layanan pembelajaran, pembiayaan, serta pengelolaan aspirasi masyarakat dan organisasi yang peduli terhadap pendidikan.
“Kami mohon maaf apabila selama ini belum semua aspirasi dapat terlayani dengan baik dan memuaskan,” tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menjelaskan bahwa Forum Perangkat Daerah ini merupakan kelanjutan dari musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan. “Forum ini dilakukan setelah sebelumnya diawali musrenbang kelurahan dan kecamatan. Dari situ didapat prioritas unggulan yang kemudian dibahas lebih lanjut dalam FPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Kusmana. Ia menekankan pentingnya penyusunan perencanaan pembangunan yang dilakukan secara komprehensif, terutama dalam menentukan program dan kegiatan prioritas.
Kusmana mengingatkan kembali capaian makro dan indikator kinerja utama (IKU) Kota Sukabumi, di antaranya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) dan penurunan tingkat pengangguran. Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi mencapai angka 77,69 dan angka kemiskinan terus menurun.
Lebih lanjut, Kusmana menyoroti berbagai isu dan tantangan pembangunan Kota Sukabumi 2025-2045, di antaranya perekonomian dan pembangunan termasuk indikator makro, pemerataan pembangunan, ekonomi kreatif, dan pariwisata, pembangunan berkelanjutan mencakup infrastruktur, lingkungan hidup, serta ketahanan pangan.
Kebijakan nasional, provinsi, dan wilayah sekitar – yang berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan daerah, Bonus demografi dan sosial budaya – yang dapat menjadi peluang sekaligus tantangan dalam peningkatan SDM dan digitalisasi dan teknologi – sebagai bagian dari modernisasi dan peningkatan tata kelola pemerintahan.
Kusmana menekankan bahwa perencanaan pembangunan Kota Sukabumi harus mengacu pada Asta Cita, yaitu delapan prioritas nasional yang menjadi rujukan utama dalam pembangunan daerah. Selain itu, visi dan misi gubernur terpilih Jawa Barat serta wali kota Sukabumi yang baru harus menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan.
Dalam arahannya, Kusmana meminta agar penyusunan rancangan awal rencana kerja (Ranwal Renja) tahun 2026 mengacu pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) dan Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026. Ia juga menegaskan bahwa tahap rancangan akhir harus mengacu pada dokumen RPJMD yang disusun secara bersama.
“Pastikan rencana kerja yang disusun oleh perangkat daerah dapat secara langsung berkontribusi pada pencapaian visi, misi, tujuan, sasaran, dan outcome RPJMD yang telah dirancang. Selain itu, pertimbangkan pula pencapaian visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD),” jelas Kusmana.
Ia juga menegaskan agar setiap usulan program dan kegiatan yang diajukan harus realistis dan efisien. Kusmana meminta agar usulan yang hanya bersifat copy-paste dari tahun sebelumnya serta program yang hanya bersifat seremonial dihilangkan.
“Fokuskan pada implementasi program unggulan, baik dari pusat, provinsi, maupun kota, yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan adanya Forum Perangkat Daerah ini, diharapkan Kota Sukabumi dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kebudayaan secara efektif dan berkelanjutan. Selain itu, masukan dari berbagai pihak yang terlibat akan menjadi acuan penting dalam perumusan kebijakan yang lebih inovatif dan berdampak bagi masyarakat luas. (wdy)