SUKABUMI — Kematian Suherlan (33), yang akrab disapa Samson meninggalkan pesan, warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Duka itu semakin terasa saat prosesi pemakaman berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Pogor, Sabtu (22/2/2025).
Isak tangis sang ibu dan kerabat tak terbendung saat jenazah Samson, yang ditemukan tewas mengenaskan, dimakamkan. Jenazah Samson tiba di rumah duka sekitar pukul 18.00 WIB, setelah menjalani proses visum dan otopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta. Sebelum dimakamkan, jenazah disalatkan di Masjid Nurul Hidayah.
Bagi keluarganya, Samson dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, baik hati, dan penyayang, terutama kepada anaknya. Hal ini diungkapkan oleh bibinya, Ema Purnamasari (43).
“Sebelum kejadian, dia sering pulang ke sini, makan, minum, dan menginap. Terakhir kali, dia pulang dari rumah sakit dan menginap di sini. Dia sempat makan dan menitipkan anaknya, ‘Bibi, titip anak. Sampai kapan pun, anak ini jangan dibawa kecuali sama bibi,” kenang Ema, menirukan ucapan Samson. Sabtu, (22/2/2025).
Ema juga menceritakan bahwa Samson sering diberikan pepatah olehnya untuk pergi ke masjid melaksanakan sholat dan selalu berusaha menjaga perilakunya, agar jangan selalu membuatku hal hal aneh yang dapat merugikan keluarga.
“Saya sering jangan bikin onar di sini karena bibi sayang. Kamu itu baru pulang dari rumah sakit,” jelasnya.
Namun, nasib berkata lain. Ema dan suaminya menyaksikan kejadian di Cihurang, meski Ema mengaku tidak sanggup melihat langsung kondisi Samson setelah kejadian. Menurut Ema, Samson adalah orang baik di mata keluarga, meski terkadang membuat ulah di tempat lain karena kondisinya.
“Kalau di sini, dia tidak pernah bikin onar. Sama masyarakat, RT, RW, tidak ada masalah. Dia sering ke masjid, sering sholat, bahkan sering memberi rokok ke tetangga,” terang Ema.
Lanjut Ema, Samson memiliki seorang anak berusia 2 tahun. Istrinya telah bercerai sejak anaknya masih kecil. Meski hidupnya penuh lika-liku, Samson tetap berusaha menjadi ayah yang bertanggung jawab.
“Dia sering membantu memberi susu untuk anaknya. Walau kadang dia terlihat depresi, tapi dia selalu ingat anaknya,” kata Ema dengan suara bergetar.
Ema mengungkapkan, ada firasat yang dirasakan sebelum kejadian, saat itu Samson tengah duduk santai tiba tiba minta dimasakin goreng ikan, sebelum akhirnya pergi dengan alasan ada hal lain.
“Bukan mimpi, tapi saat duduk-duduk, dia bilang, ‘Bibi, pengen makan gorengan ikan.’ Itu ucapan terakhirnya sebelum dia pergi, juga sempat mengeluh, “Bibi, pusing. Elan gak tenang, itu ucapan yang menjadi kenangan terakhir bagi saya, sebelum Samson meninggal dunia,” ucapnya.
“Sekarang, yang tersisa hanya kenangan. Kopi dan makanan kesukaannya masih ada di sini, tapi dia sudah pergi,” tandasnya. (ndi/d)