PENGECEKAN: Sejumlah petugas sedang melakukan pengecekan jaringan internet, Rabu (29/4). FOTO ; UNTUK/RADARSUKABUMI
SUKABUMI- Upaya mengikis kesenjangan digital di pelosok wilayah selatan Kabupaten Sukabumi mulai menemui titik terang.
Di tengah terbatasnya infrastruktur telekomunikasi yang selama ini dikeluhkan warga, sebuah perusahaan teknologi lokal hadir melakukan ekspansi jaringan internet guna membuka isolasi informasi di kawasan Pajampangan.
PT Rajasa Sinergi Komunikasi, melalui program penyediaan jaringan Wi-Fi berbasis fiber optic, mulai menjangkau desa-desa yang selama ini masuk kategori blank spot.
Manajer Operasional PT Rajasa Sinergi Komunikasi Muhamad Goni mengungkapkan, bahwa perusahaannya secara khusus memfokuskan layanan ke wilayah selatan yang selama ini sulit dijangkau oleh penyedia layanan internet besar.
“Program ini sebenarnya adalah layanan Internet Service Provider (ISP) yang kami arahkan ke daerah-daerah yang masih kesulitan jaringan. Fokus kami memang ke selatan Sukabumi, terutama desa-desa terpencil,” ujar Goni.
Menurutnya, selama ini banyak penyedia layanan hanya beroperasi di jalur utama atau wilayah perkotaan. Sementara daerah pelosok, yang aksesnya sulit dan jauh dari infrastruktur utama, masih minim sentuhan teknologi.
“Kami ingin hadir di tempat yang belum tersentuh. Bahkan sampai ke gang-gang dan wilayah yang aksesnya cukup sulit, itu yang menjadi komitmen kami,” tegasnya.
Tidak hanya menghadirkan jaringan, perusahaan ini juga menawarkan tarif yang relatif terjangkau. Bahkan, biaya pemasangan digratiskan, sehingga masyarakat tidak terbebani biaya awal yang kerap menjadi kendala utama.
“Kami menggunakan jaringan fiber dengan pemasangan gratis. Ini yang membuat masyarakat merasa terbantu, karena biasanya biaya awal cukup mahal,” jelasnya.
Lebih dari sekadar bisnis, kata Muhamad Goni, PT Rajasa Sinergi Komunikasi juga mengedepankan kontribusi sosial. Setiap jaringan yang melewati wilayah desa, pihaknya memberikan akses internet gratis untuk kebutuhan desa, serta turut mendukung berbagai kegiatan masyarakat.
“Kami selalu memberikan Wi-Fi gratis untuk desa yang dilalui jaringan kami. Selain itu, kami juga mendukung kegiatan desa, baik dalam bentuk fasilitas maupun sponsorship,” tambah Goni.
Dukungan juga diberikan kepada sektor pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sekolah-sekolah yang membutuhkan tambahan kapasitas internet dapat mengajukan permohonan resmi untuk peningkatan bandwidth sementara.
“Misalnya sekolah berlangganan 20 Mbps, saat UNBK kami bantu tingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan, tanpa pembatasan. Ini sudah berjalan di beberapa wilayah seperti Ciemas dan Cibenda,” ungkapnya.
Respons masyarakat pun dinilai sangat positif. Selain merasa terbantu dengan harga dan kemudahan akses, warga juga turut berperan aktif dalam menjaga infrastruktur jaringan.
“Di desa-desa, masyarakatnya sangat mendukung. Bahkan mereka ikut menjaga jaringan dan memberi informasi jika ada gangguan. Ini yang membuat kami semakin semangat,” katanya.
Saat ini, jaringan PT Rajasa Sinergi Komunikasi telah menjangkau sejumlah desa, di antaranya desa ciemas , desa tamanjaya , desa cibenda. Desa sukarame , desa Mekarasih , desa Cibuntu, kecamatan Simpenan.
Saat ini, PT Rajasa Sinergi Komunikasi telah berjalan satu tahun lebih, Goni mengakui masih banyak wilayah yang belum terjangkau. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jaringan hingga ke daerah-daerah terpencil lainnya.
“Kami ingin terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Harapannya, masyarakat di selatan Sukabumi bisa menikmati akses internet yang layak dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, motivasi utama berdirinya perusahaan ini adalah keinginan putra daerah untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan digital di wilayahnya sendiri.
“Kami ingin membuktikan bahwa putra daerah juga mampu menghadirkan layanan internet yang berkualitas. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga bentuk kepedulian terhadap kemajuan daerah,” katanya.
Sementara itu salah satu warga kecamatan Cikakak, Hendriawan mengaku terbantu dengan adanya program layanan internet tersebut, pasalnya selain murah memang lokasi tempat tinggalnya yang berada di pelosok desa, sebelumnya kesulitan menikmati akses internet saat ini lancar.
“Saya rasa bagus, ini sangat membantu, sekarang saya kan di Cikakak ke atasnya agak sulit sinyal, alhamdulillah setelah pasang jaringan aman,” singkatnya. (Ndi)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482516/original/097675800_1769226563-IMG_3742.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500165/original/009970600_1770817333-1280x847.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494340/original/092829300_1770285248-0L5A4829.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468470/original/003241900_1767952076-LAURENT_DESIGN.jpg)

