SUKABUMI — Berbagai inovasi terus dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mengakses Antrian layanan kesehatan.
Salah satunya yaitu aplikasi Mobile JKN yang menghadirkan berbagai fitur untuk memudahkan peserta dalam mengakses berbagai layanan, seperti informasi peserta, layanan untuk perubahan data, termasuk pendaftaran antrian layanan.
Saat ini peserta tidak perlu mengantri lama untuk mendapatkan layanan kesehatan, cukup melalui smartphone semua dalam genggaman. Staf Instalasi Keamanan dan Ketertiban RSUD Sayang Cianjur, Ihsan Kamil menyampaikan bahwa salah satu concern masyarakat saat akan mengakses layanan ke rumah sakit adalah terkait pendaftaran antrian layanan. Ia menyampaikan terkait perbedaan sebelum dan setelah adanya Mobile JKN untuk pendaftaran antrian layanan, Jumat (31/01)
“Sebelum diterapkan penggunaan Mobile JKN untuk mengakses layanan kesehatan di rumah sakit ini, banyak pasien yang datang lebih pagi dari jam pelayanan, dengan harapan mendapatkan nomor antrian. Namun, saat ini sudah lebih mudah cukup melalui Mobile JKN peserta sudah dapat mendaftar layanan,” ungkap Ihsan.
Ihsan juga mengatakan bahwa adanya manfaat lain bagi rumah sakit setelah diintegrasikannya Mobile JKN dengan sistem administratif di RSUD Sayang Cianjur. “Perbedaannya ya jadi sangat cepat ya, dari segi pendaftaran lebih cepat, lebih mudah, dan juga jika dihitung dari cycle time terasa lebih cepat sekali. Kalau sebelumnya, pasien datang ke loket, harus menunggu antrian untuk daftar layanan. Tetapi, dengan Mobile JKN peserta cukup daftar melalui smartphone, tanpa harus mengantri ke loket di rumah sakit,” ujar Ihsan.
Ia menjelaskan bahwa integrasi Mobile JKN dengan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang tersedia di RSUD Sayang Cianjur memberikan perubahan yang signifikan dan dapat meningkatkan kecepatan administrasi pendaftaran layanan di rumah sakit.
“Jika pasien sudah mendaftar antrian layanan di rumah sakit melalui aplikasi Mobile JKN, pasien cukup datang ke rumah sakit dan menuju mesin APM untuk check in dan apabila tidak ada kendala hanya cukup 1 menit untuk menyelesaikannya. Selanjutnya, pasien cukup menunggu panggilan di poli yang dituju,” jelas Ihsan.
Terkait penggunaan APM pun Ia sampaikan bahwa terdapat penggunaan Face Recognition (FRISTA) dan Fingerprint untuk verifikasi identitas pasien yang mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN.
“Pasien yang mendaftar antrian layanan melalui Mobile JKN lalu check in di mesin APM, dilakukan verifikasi terlebih dahulu menggunakan FRISTA atau fingerprint. Jika menggunakan FRISTA cukup menampilkan wajah ke kamera yang tersedia. Jika menggunakan fingerprint, sidik jarinya perlu didaftarkan terlebih dahulu di mesin tersebut,” kata Ihsan.
Menurutnya, dengan banyaknya peserta JKN yang sudah mengakses Mobile JKN untuk mendaftar antrian layanan memberikan dampak positif untuk pelaksanaan operasional di rumah sakit. “Banyaknya peserta JKN yang sudah akses Mobile JKN untuk daftar antrian layanan, memberikan manfaat bagi kami yang tidak perlu banyak melakukan entry data, kemudian suasana di rumah sakit pun tidak akan terasa crowded dan tidak akan terjadi penumpukan pasien karena menunggu antrian untuk mendaftar layanan, karena jika terjadi hal tersebut akan dimungkinkan menimbulkan complain dan berpengaruh terhadap kepuasan pasien,” tangkas Ihsan.
Ihsan mengatakan bahwa masih terdapat tantangan terkait waktu estimasi layanan di aplikasi Mobile JKN agar dapat sinkron dengan sistem rumah sakit dan kondisi aktual saat layanan dilaksanakan.
“Tantangan kedepannya adalah sinkronisasi waktu estimasi layanan di sistem kami dengan aplikasi Mobile JKN. Sehingga, peserta yang sudah mendapat nomor antrian, dapat tepat dalam memastikan kapan ia datang ke rumah sakit, agar tidak perlu menunggu kembali untuk dilayani di poli tujuan pasien,” tutup Ihsan.
Penerapan Mobile JKN yang terintegrasi dengan APM di RSUD Sayang Cianjur menjadi bukti bahwa digitalisasi dalam pelayanan kesehatan dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak. Dengan inovasi seperti ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Indonesia semakin maju dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat.(*)
Halaman: 1 2