BANDUNG — Sebagai upaya untuk mengetahui kemampuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) siap kerja. Maka melalui program yang meng-assesmen dapat diketahui seberapa besar nilai kemampuan sisiwa SMK khususnya di Jawa Barat (Jabar)
Terkait program tersebut, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat menyerahkan sertifikat asesmen TOEIC (Test of English for International Communication).
Dalam kesempatan itu, Deden pun mengapresiasi inovasi program asesmen yang berkolaborasi dengan PT Citra Global Prospexindo tersebut. Menurutnya, menunjang peningkatan sumber daya manusia, khususnya bagi lulusan SMK yang memilih untuk bekerja.
“IIni adalah upaya mendekatkan proses budaya kerja dengan pembelajaran di sekolah dan membekali siswa bukan hanya dengan sertifikasi kompetensi, tapi juga (sertifikasi) bahasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini adalah salah satu upaya untuk menyiapkan lulusan SMK yang siap kerja. “Lalu, perhatikan juga kesiapan mental anak-anak, karakter, dan soft skill juga harus disiapkan karena persaingan luar biasa di dunia kerja,” kata Deden.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK Disdik Jabar, Edy Purwanto turut menjelaskan, bahwa program ini bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa SMK, memberikan sertifikasi berstandar nasional, dan mendukung daya saing siswa dalam menghadapi kompetensi pasar kerja global.
“Diharapkan lulusan SMK bisa terserap (kerja) dan mampu berkompetisi di bidang bahasa. Sebab, saat ini kita juga melawan gempuran tenaga asing dari luas. Maka, anak-anak kita siapkan bukan hanya kompetensi keahliannya, tapi juga kemampuan berbahasanya,” terang Edy.
Dijelaskan Edy, bahwa kegiatan uji kompetensi dilaksanakan pada 21-22 November 2024 di 52 Tempat Uji kompetensi (TUK) yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota di Jabar. “SMK yang jadi TUK tidak hanya memfasilitasi siswa dari sekolahnya, tapi juga SMK negeri dan swasta di sekitarnya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Drektur PT Citra Global Prospexindo, Agie Ferdinand menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran di Jabar.
“Harapannya, semakin banyak kelas XII yang memiliki sertifikasi bahasa Inggris akan semakin optimal juga untuk mengurangi angka pengangguran di Jabar,” ucapnya.
Program ini, adalah program berkelanjutan. Selain meningkatkan kompetensi siswa, pihaknya pun akan memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 3 TUK terbaik berupa pembangunan laboratorium bahasa. Predikat TUK terbaik pertama adalah SMKN 3 Bandung, kedua SMKN 6 Bekasi, dan ketiga SMKN 1 Depok, paparnya.
Adapun sebanyak 10 siswa dengan nilai tertinggi dari 2.800 siswa/peserta yang terpilih dari masing-masing SMK di Jabar yang mengikuti program asesmen TOEIC 2024 lalu. Penyerahan sertifikat berlangsung di SMKN 9 Bandung, pada Kamis (13/2/2025).
Berikut 10 nama-nama siswa dengan nilai tertinggi pada TOEIC SMK Jabar tahun 2024, yaitu:
1. Faud Jauhari Nafis dari SMK Karya Guna 2 Bekasi dengan nilai 985.
2. Fahmi Hidayat dari SMKN 2 Cikarang Barat dengan nilai 980.
3. Dafa dari SMKN 3 Kuningan dengan nilai 970.
4. Muhamad Arkaan Fasa dari SMKN 1 Pacet dengan 960.
5. Jordan Ahmad Martawijaya dari SMKN 3 Bandung dengan nilai 950.
6. Andhika Prayoga dari SMKN 4 Bekasi dengan nilai 950.
7. Ommar Zimran Alfarizi dari SMKN 1 Cirebon dengan nilai 940.
8. Nabila Tiara Dewinti dari SMKN 2 Cikarang Barat dengan nilai 940.
10. Muhammad Yunus Zulfikar Putra Dwi dari SMKN 1 Tasikmalaya dengan nilai 940.
10. Ryu Zain Zhi Rahavia Abdillah dari SMKN 2 Purwakarta dengan nilai 940. (Ron/ Naf)