Rusak Lingkungan, Pembangunan Tambak Udang di Surade Ditolak Warga

1 month ago 46

SUKABUMI – Disebut rusak lingkungan, rencana pembangunan tambak udang vaname, di kampung Mekarjaya, Desa Buniwangi, kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi mendapat penolakan dari masyarakat sekitar.

Seperti Supriatin sebagai tokoh masyarakat di kampung nelayan Minajaya mengamu telah lama mendengar kabar akan adanya pembangunan tambak udang tersebut, namun sejauh ini belum ada konfirmasi kepada masyarakat khususnya di kampung Pasir Ipis.

“Kalau dengar sih dari dulu, tapi konfirmasi ke masyarakat sampai hari ini belum ada, apalagi masyarakat kampung pasir ipis, saya asli penduduk disini, gak ada konfirmasi akan dibangun tambak udang, tapi saya sih belum dapat konfirmasi yang benar benar akurat,” ujarnya.

Meski belum mendapat konfirmasi secara langsung, Supriatin menegaskan sudah merasakan dampaknya oleh masyarakat termasuk dirinya, dimana sebelumnya tidak merasakan panas seperti saat ini, padahal dari prakiraan BMKG cuaca hujan masih akan terjadi hingga Februari 2025 ini.

 “Kenapa ini udah gak ada, banyak yang ngeluh masyarakat sekarang, terutama para petani, karena gak ada hujan otomatis pasa kering, jadi gagal panen, kemungkinan untuk wilayah sini,” jelasnya.

Supriatin menambahkan, ada kekhawatiran yang dirasakan masyarakat dengan rencana pembangunan tambak udang, dengan mencontohkan daerah sekitar terdapat proyek pembesaran ayam, dan ketika panen warga terkena dampak yakni banyak lalat.

 “Kampung sini, ya allah, ya rabbi, udah gak ketulungan, mulai dari penyakit gatal gatal sampaikan sakit perut apalagi ini saya suka lewat ke daerah ujung genteng sampai sepanjang jalan itu baunya itu tidak karuan,” 

 “Nah ini juga sama mungkin, apalagi ini kabar kabar proyek nya besar, sampai memakan tanah 25 hektar atau sampai 100 hektar, itu kemungkinan akibat bagi kami itu bau nya ini, lalat aja sudah bikin kami sakit perut, apalagi ini bau dihisap oleh kami disini, oleh masyarakat disini, kemungkinan masyarakat disini, merasa gak nyaman,” imbuhnya.

Kekhawatiran lain yang dihinggapi masyarakat, tegas Supriatin, jika nantinya rencana pembangunan tambak udang terealisasi dengan kondisi bau yang ditimbulkan dari limbah akan diprediksi merugikan para pelaku usaha kuliner, juga dengan adanya retribusi mahal, jalan semakin jelek, ditambah lagi sama bau dari tambak.

 “Otomatis kuliner disini akan rugi besar, sekarang saja sudah hampir 60 persen kuliner, apalagi nanti kalau udah ada bau dari tambak, sebelumnya memang gak ada pengalaman adanya areal tambak di kawasan ini, ada juga jauh daerah Cipamarangan, tapi gak ada dampak karena jauh dari sini,” tegasnya.

 “Yang dikhawatirkan lokasinya sangat dekat, ini halaman kami, itu saja proyek pembesaran ayam jauh dari sini sekitar 2 km ketika panen itu kebagian limbahnya, apalagi, ini dihalaman rumah, mungkin lebih parah lagi,” sambungnya.

Supriatin mewakili masyarakat berharap, rencana pembangunan tambak udang di wilayahnya dihentikan, terlebih berdasarkan informasi yang didapatnya belum mendapatkan izin.

 “Harapannya saya minta, kalau memang ini proyek, apalagi katanya belum ada izin, mohonlah kepada bapa bapak yang diatas, mohon distop, kami bukan memprovokasi tapi saya sudah merasakan dampaknya, masyarakat juga sama yang lain, sudah pada ngeluh dengan panas ini pak, sama semua masyarakat,” tuturnya.

Halaman: 1 2 3

Read Entire Article
Information | Sukabumi |