STIKes Sukabumi Kirim Bantuan dan Satgas Kesehatan ke Wilayah Terdampak Bencana

3 months ago 54

SUKABUMI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Sukabumi. Melalui tim relawan kesehatan, STIKes Sukabumi mengirimkan bantuan dan satgas kesehatan ke beberapa desa terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu lalu akibat cuaca ekstrem, dengan fokus utama memberikan pelayanan kesehatan bagi warga dan relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Ketua Relawan STIKes Sukabumi Ady Waluya menjelaskan bahwa bantuan ini menyasar dua wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Sagaranten dan Puskesmas Pabuaran. Desa yang menjadi tujuan utama adalah Desa Datar Nangka dan Desa Curug Luhur di wilayah kerja Puskesmas Sagaranten, serta Desa Sirna Mukti dan Desa Sukajaya di wilayah kerja Puskesmas Pabuaran.

“Cakupan area terdampak bencana ini cukup luas, sehingga tenaga kesehatan di puskesmas kewalahan. Dengan hadirnya tim relawan STIKes, kami berharap dapat meringankan beban tenaga kesehatan di sana dan memastikan warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” ungkap Ady kepada Radar Sukabumi, Minggu (12/12).

Selain melayani warga, tim kesehatan STIKes juga memberikan pemeriksaan kesehatan kepada para relawan dari berbagai organisasi maupun individu yang terlibat dalam penanggulangan bencana. “Relawan juga membutuhkan pendampingan kesehatan agar tetap fit selama bertugas. Hal ini menjadi salah satu prioritas kami dalam masa tanggap darurat hingga 10 Desember 2024,” tambahnya.

Ady menjelaskan Tim relawan STIKes Sukabumi dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama, yang berangkat pada 6 hingga 8 Desember 2024, terdiri dari 16 orang relawan yang merupakan gabungan dosen dan mahasiswa. Gelombang kedua dijadwalkan bertugas mulai 8 hingga 10 Desember 2024, dengan jumlah personel yang sama, yaitu 16 orang.

“Total ada 32 relawan yang kami kerahkan. Mereka terdiri dari tenaga medis berpengalaman dan mahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam penanganan bencana. Dengan pembagian tugas yang jelas, kami berharap dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak,”ujar Ady.

Untuk mendukung pelayanan, tim relawan mendirikan posko kesehatan di desa-desa tersebut. Posko ini menjadi tempat bagi warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, seperti pemeriksaan medis, pemberian obat-obatan, hingga pendampingan psikososial bagi warga yang trauma akibat bencana.

“Kami ingin memastikan tidak hanya kebutuhan fisik yang terpenuhi, tetapi juga aspek psikologis warga yang terdampak. Ini sangat penting agar mereka bisa pulih lebih cepat,” jelas salah satu anggota tim relawan.

Hingga saat ini, upaya STIKes Sukabumi mendapat respons positif dari masyarakat dan pihak puskesmas setempat. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat terus mengalir agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar dan optimal.

“Bersama, kita bisa melalui masa sulit ini dan membantu mereka yang membutuhkan,” tutup Ady Waluya. (wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |