SUKABUMI – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMP Negeri 2 Gegerbitung resmi dibuka pada Senin (14/7/2025), yang menjadi momen penting tidak hanya bagi siswa, tetapi juga pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Pembukaan MPLS kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Yudi Sudarto, yang sekaligus secara resmi membuka rangkaian kegiatan tersebut.
Kehadiran Yudi Sudarto bukan sekadar simbolis, tetapi juga menjadi ajang evaluasi langsung atas kinerja sekolah di awal tahun pelajaran baru. Dalam sambutannya, Yudi memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap berbagai inisiatif dan terobosan yang dilakukan oleh pihak SMPN 2 Gegerbitung dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah yang tidak hanya bergantung pada Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun juga berhasil memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari para donatur.
“Saya melihat SMPN 2 Gegerbitung ini luar biasa dalam hal pengelolaan manajemen. Kepala sekolahnya mampu mengoptimalkan SDM dan membuka ruang kolaborasi dengan pihak luar, hingga bisa menghadirkan fasilitas tambahan seperti tempat parkir, tempat wudhu, perbaikan toilet, dan sebagainya. Ini menjadi contoh nyata bagaimana sekolah tidak hanya bergantung pada dana BOS yang memang terbatas, terutama untuk pembayaran honorer,” ujar Yudi saat memberikan sambutan.
Ia juga menyebutkan bahwa kemampuan kepala sekolah dalam membangun jejaring dengan dunia luar merupakan bagian dari kompetensi utama yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan. Menurutnya, strategi seperti ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya, karena terbukti mampu menjawab tantangan keterbatasan anggaran.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kepemimpinan Kepala SMPN 2 Gegerbitung. Upaya mereka dalam mengelola sekolah dan menggali potensi dari luar ini patut menjadi contoh bagi sekolah lain, terlebih karena mereka tidak sekadar menunggu bantuan pemerintah, tapi aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak,”tambahnya.
Kepala SMPN 2 Gegerbitung, Raden Herawati, menyambut baik kehadiran pengawas sekolah dalam pembukaan MPLS tersebut. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang selama ini telah membantu mengembangkan sarana dan prasarana sekolah.
“Sekolah kami berada di pelosok Kabupaten Sukabumi, dengan jumlah siswa yang relatif sedikit. Kondisi ini membuat alokasi dana BOS kami juga sangat minim. Maka dari itu, arahan dari Dinas Pendidikan agar sekolah tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah menjadi motivasi bagi kami untuk menjalin kemitraan dengan pihak-pihak luar,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekolahnya telah beberapa kali menerima bantuan dari program CSR perusahaan dan komunitas. Baru-baru ini, sekolah menerima bantuan cat dari Avian Brands, yakni sebanyak 13 kaleng cat besar serta 30 kaleng cat kayu dan cat besi. Bantuan ini telah dimanfaatkan sepenuhnya untuk mempercantik tampilan ruang kelas dan lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, komunitas sosial MBW203 Club Indonesia juga rutin memberikan dukungan dalam bentuk bangku sekolah dan perbaikan sarana ibadah seperti tempat wudhu. “Ini sangat membantu kami dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak dan nyaman bagi siswa,” tambah Herawati.
Pelaksanaan MPLS sendiri diisi dengan berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter siswa, serta penanaman nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan. Kehadiran para guru, siswa senior, dan jajaran sekolah membuat hari pertama MPLS berjalan hangat dan penuh semangat.
Selain kegiatan seremonial, pembukaan MPLS juga menjadi wadah refleksi bagi seluruh elemen sekolah tentang bagaimana menghadapi tantangan pendidikan di daerah. Dalam keterbatasan, semangat kolaboratif dan kreativitas menjadi jawaban. Dan SMPN 2 Gegerbitung menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi.
Dengan kekuatan kemitraan dan kepemimpinan yang inspiratif, SMPN 2 Gegerbitung memberi bukti bahwa sekolah di daerah pelosok pun bisa maju dan berkembang. (wdy)