Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Blak-blakan soal Kenaikan PAD 64 Persen

1 month ago 44

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi mengalami kenaikan sebesar 64 persen pada Juni Year on Year (YoY). Dia mengatakan, kenaikan ini terjadi hampir merata di semua sektor potensial secara umum.

“Capaian PAD Kota Sukabumi pada 30 Juni 2024 itu nilainya Rp39.375.676.180. Kemudian, capaian pada 30 Juni 2025 adalah Rp64.545.776.670. Artinya di bulan Juni tahun 2024 banding dengan Juni 2025 ada kenaikan sebesar 64%,” kata Ayep Zaki eksklusif kepada Radar Sukabumi.

“Itu data real yang masuk ke BPKPD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah). Yang jelas semua sektor ada kenaikan,” sambungnya.

Kenaikan PAD ini, kata Ayep Zaki, berkat dari kerja bersama dari semua lini di lingkup Pemerintah Kota Sukabumi. Berawal dari wali kota dan wakil wali kota hingga ke lini terkecil dan paling khusus di masyarakat.

Menariknya, kerja besar ini telah dirancang oleh Ayep Zaki pada 10 Desember 2024, tepatnya ketika Komisi Pemilihan Umum Kota Sukabumi secara resmi menetapkan pasangan Ayeuna sebagai Pemenang Pilkada Kota Sukabumi 2025.

“Setelah ditetapkan, saya langsung menghadap kepada Pj Wali Kota Sukabumi (Kusmana Hartadji,red.), ingin melihat struktur keuangan. Saya lihat semua strukturnya, di situ tercantum (PAD) Rp81 miliar,” ungkap Ayep Zaki.

Angka Rp81 miliar adalah angka murni pada PAD Kota Sukabumi, di luar dari Badan Layanan Umum Daeraeh (BLUD). Dari angka ini, Ayep Zaki mematok tolok ukur untuk kerjanya di 2025 agar lebih optimal dan maksimal dalam meningkatkan fiskal daerah.

“Maka dari sejak Desember 2024 itu saya terus sosialisasi, saya keliling-keliling ke seluruh dinas, SKPD ya, untuk menyampaikan program ke depan,” ujar Ayep Zaki.

“Sehingga capaian ini adalah hasil kerja keras bersama. Perencanaan dari mulai Desember 2024, walaupun saya belum menjabat, teng-nya, saya menjabatkan tanggal 3 Maret 2025. Tapi Januari hingga Februari kita sudah sosialisasi. Nah, begitu saya bulan Maret masuk, tanggal 3 saya tancap gas. Ini capaian yang memang direncanakan,” lanjutnya memaparkan.

Dua bulan setelah ditetapkan dan sebelum dilantik, Januari dan Februari, adalah momen pemanasan bagi Ayep Zaki dan Bobby Maulana untuk bekerja definitif sebagai kepala daerah di Kota Sukabumi. Maka, komitmen politik untuk meningkatkan PAD secara signifikan dia genjot mulai dari Maret hingga Juni.

“Kalau tren positif kinerja wali kota ini bisa dipertahankan, capaian yang selama bulan Maret, April, May, Juni, empat bulan ini bisa dipertahankan hingga Desember ini, maka tahun 2025 PAD kita dari Rp81 miliar optimistis bisa naik jadi Rp120 miliar,” tutur Ayep Zaki.

Artinya lagi, jelas Ayep Zaki, ada target sekira Rp40 miliar yang ingin dicapai terhitung Juli hingga Desember nanti. Dia pun berharap dan memohon doa dari warga agar Pemerintah Kota Sukabumi dapat konsisten menjaga kerja luar biasa ini. Untuk itu, pengusaha tempe ini memiliki catatan penting untuk memitiigasi tantangan dalam merealisasikan PAD Rp120 Miliar tersebut.

“Ada beberapa yang akan kita perbaiki, yang pertama PBJT (pajak barang dan jasa tertentu) daripada seluruh rumah makan, baik rumah makan kecil, sedang, dan besar. Kita akan perbaiki normalisasi BPJT dari hotel, dari reklame, dari billboard, dari parkir. Itu catatan saya,” papar Ayep Zaki.

Parkir kita akan perbaiki, cuman kan apakah selesai tahun ini atau tidak. Kemudian dari pasar, restribusi pasar, karena restribusi pasar juga cukup kecil, mungkin juga tidak bayar ya, karena dengan KSO kan kita akan perbaiki ini. Seperti apa? Pasar Pelita, Pasar Gudang, kemudian Pasar Degung, termasuk Pasar eks Terminal Lama. Terus lagi, ada lagi yang di Pasar Lembursitu. Semua potensi-potensi kita akan gali, cuman apakah bisa selesai tahun 2025 atau bergeser di 2026,” jelasnya.

Lantas, apa obsesi Ayep Zaki dengan meningkatkan PAD? “Konstruksi berpikir kita atau desain kita di kota ini, bagaimana pemerintah kota mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat mendasar. Ada berapa sih penduduk Kota Sukabumi yang memang sangat membutuhkan bantuan? Jadi ada infrastruktur fisik, tapi ada infrastruktur untuk kepentingan hidup, isi perut,” jawab Ayep Zaki.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Information | Sukabumi |