SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi digital pendidikan. Sepanjang tahun 2025, Disdikbud bersama berbagai instansi terkait secara aktif menggelar pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi para guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, sekaligus mendukung penerapan pembelajaran yang adaptif, bermakna, dan berorientasi pada mindful learning.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan bahwa program pelatihan AI dan koding sejalan dengan Asta Cita Nomor 8, salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains dan teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
“Dalam konteks pendidikan, Asta Cita Nomor 8 dijabarkan melalui Program Pendidikan Bermutu untuk Semua yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelatihan AI dan koding ini adalah bagian nyata dari implementasi kebijakan tersebut di daerah,” ujar Novian.
Ia menjelaskan, Pendidikan Bermutu untuk Semua mencakup delapan pilar utama, mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten dan sejahtera, pembelajaran adaptif dan bermakna, hingga layanan pendidikan yang inklusif dan pengembangan talenta unggul.
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) diinisiasi sebagai respons atas dampak langsung perkembangan teknologi digital terhadap dunia pendidikan. Disdikbud Kota Sukabumi memandang penting untuk menyiapkan guru agar tidak tertinggal, melek teknologi, dan mampu memanfaatkan AI secara tepat sebagai alat bantu pedagogis, bukan sebagai pengganti peran guru.
“AI harus menjadi asisten cerdas bagi guru, bukan menggantikan peran pendidik. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran, penanam nilai, dan pembentuk karakter peserta didik,” tegasnya.
Program pelatihan ini selaras dengan kebijakan transformasi digital pendidikan nasional, termasuk digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru abad ke-21. AI diposisikan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi secara bertanggung jawab.
Sebagai gambaran pelaksanaan pada tahun 2025, pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk jenjang SD dan SMP di Kota Sukabumi dilaksanakan selama 3,5 bulan dengan pola IN-1 (In Service Training 1) – ON (On the Job Training) – IN-2 (In Service Training 2). Sebanyak 74 guru mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 46 guru SD dan 28 guru SMP.
Pelatihan difasilitasi oleh narasumber dari Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, dengan pendekatan yang menekankan praktik langsung atau hands-on practice. Melalui metode ini, guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan AI secara nyata dalam konteks pembelajaran di kelas.
Setelah mengikuti pelatihan, guru diharapkan memiliki sejumlah kompetensi penting, antara lain literasi dasar AI dan etika penggunaannya, kemampuan memanfaatkan AI untuk perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, keterampilan merancang pembelajaran berbantuan teknologi, serta sikap kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan AI.
Dalam praktiknya, AI dapat membantu guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar, mengembangkan bahan ajar dan media interaktif, membantu asesmen formatif serta analisis hasil belajar, hingga meringankan beban administrasi guru secara lebih efisien.
Dengan pemanfaatan AI yang tepat, pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik. AI juga membuka peluang bagi guru untuk menyusun diferensiasi pembelajaran, memberikan layanan yang lebih inklusif, serta mengembangkan pembelajaran kreatif yang berpusat pada siswa.
Pihaknya juga menyadari masih adanya kesenjangan literasi digital di kalangan guru. Untuk itu, berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari program literasi digital, penyediaan sarana dan perangkat teknologi, pelatihan peningkatan kompetensi, hingga kolaborasi lintas sektor.
Dalam setiap rapat, sosialisasi, maupun pertemuan dengan guru dan kepala satuan pendidikan, Disdikbud secara konsisten mengaitkan isu peningkatan literasi AI, penguatan peran guru di era digital, integritas dan etika kerja ASN, serta pentingnya penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Pelatihan AI ini dirancang sebagai program berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat. Rencana tindak lanjut meliputi pendampingan, pembentukan komunitas praktik guru, berbagi praktik baik (best practice), serta monitoring dan evaluasi penerapan di sekolah.
“Guru harus menjadi agen perubahan, pembelajar sepanjang hayat, sekaligus teladan dalam pemanfaatan teknologi secara bijak,” pesan Novian.
Ia menegaskan, AI adalah alat bantu yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran jika digunakan secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Sebaliknya, tanpa etika dan literasi yang memadai, AI justru berpotensi menggerus integritas akademik.
Melalui pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial ini, Disdikbud Kota Sukabumi berharap dapat meletakkan fondasi kuat bagi peningkatan mutu pendidikan, menciptakan guru yang adaptif dan inovatif, serta siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan. Dampak akhirnya diharapkan dirasakan langsung oleh peserta didik melalui layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan berkeadilan.(wdy)


























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2899146/original/034869900_1567402516-nathan-dumlao-Y3AqmbmtLQI-unsplash.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165524/original/089051900_1742184259-31b2e2886c2436118ff9f2661d63837b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4804288/original/011858300_1713347596-20240417-Bisnis_Laundry-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378300/original/038655500_1760238476-IMG_8887_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366188/original/061039700_1759219986-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_12.01.08_dad434cb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391590/original/061742600_1761357910-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362137/original/065962700_1758852276-IMG-20250925-WA0044.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361062/original/011863100_1758775101-WhatsApp_Image_2025-09-22_at_10.24.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391434/original/025274800_1761317947-shopee_2.jpg)


